Minggu, 11 Maret 2012

Pendapat ku Tentang Pasangan Beda Agama Menurut Hindu


Om Swastyastu,

Sesuai permintaan teman saya, saya akan memberikan sedikit pendapat mengenai pandangan saya terhadap pasangan beda agama berdasarkan semua pengalaman saya selama ini

Sebagai umat Hindu, adalah kewajiban kita menjunjung tinggi para leluhur kita, kita jelas melaksanakan berbagai bentuk Pitra Yajna. Itu adalah keharusan bagi umat Hindu. Tanpa leluhur, kita tidak akan ada di dunia ini. Oleh karena itulah kita berterima kasih pada leluhur kita dengan melaksanakan Pitra Yajna.
Jika, pasangan yang dimaksud di sini hanya sebatas pacaran, saya rasa tidak masalah dengan yang beda agama. Hanya saja ketika kita menuju ke Pawiwahan, ini adalah masalah serius. Saat hendak menikah dalam perbedaan agama, baik laki-laki maupun perempuan, kita mempunyai hak dan kewajiban. Hak kita adalah menerima sedikit warisan dari orang tua, dan kewajiban kita adalah menyungsung sanggah keluarga kita. Jika saatnya odalan sanggah keluarga kita, maka kita harus melaksanakannya.
Jika, umat Hindu menikah dengan non-Hindu lalu memilih masuk ke agama non-Hindu tersebut. Otomatis 100% meninggalkan Dewa Yajna (piodalan sanggah keluarga) dan juga Pitra Yajna. Agama non-Hindu otomatis tidak memperbolehkan mantan Hindu melaksanakan ngaben, apalagi bakar dupa. Seperti slogan yang sering saya berikan, No Yajna, Yes Bencana. Jadi, dengan memeluk agama si kekasih, kita telah meninggalkan KEWAJIBAN kita sebagai seorang anak dan sebagai keturunan dari leluhur kita.

Kesimpulan:
Menurut pribadi saya, berhubungan dengan insan non-Hindu tidak masalah, asalkan kita tidak meninggalkan Hindu hanya karena cinta. Mana lebih mulia, cinta dari si kekasih atau cinta dari leluhur kita? Jelas cinta dari leluhur kita lebih mulia. Maka, tetap sebagai Hindu, tetap melaksanakan Pitra Yajna, tetap menghormati leluhur. Jika merasa tidak mampu meng-Hindukan kekasih atau tidak sanggup meninggalkan kekasih yang tidak mau mengikuti kita (terutama kita sebagai laki-laki), sejak awal lebih baik jangan dibawa serius hubungannya.

Om Santih Santih Santih Om.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar